Welcome to Blogberry Emry, feel free to leave comment....if you feel uneasy with any post in this blog, simply click the top right button a.k.a close. thank you

Page Views

Follow jer tak kena bayar pon

= Mari belajar tentang obat =


Kali ini saya ingin menceritakan beberapa perkara tentang penulisan resep obat yang sedang saya pelajari dalam Blok 13 ini, Tumbuh & Kembang (Growth & Development). Setelah diagnosa ditentukan dokter, upaya penyembuhan akan dilakukan dengan pemberian terapi mendikamentosa (dengan obat) atau non-medikamentosa (bukan obat). Obat yang akan diberikan kepada penderita harus dibeli dengan menggunakan resep. Resep adalah permintaan tertulis dari dokter (dr), dokter gigi (drg), dan dokter hewan (drh) kepada Apoteker Pengendali Apotik (APA) untuk menyediakan obat dan menyerahkan kepada si penderita.


P-drug (personal drug) atau obat P (obat peribadi) adalah kumpulan obat yang disusun sendiri oleh dokter. Obat-obat tersebut telah diketahui dan akan sering digunakan di dalam praktek. Dalam kata lain, resep menjadi sarana komunikasi professional antara dokter, apoteker dan penderita.

Resep yang rasional adalah resep resp yang memenuhi 6 tepat. yaitu :

- obat yang tepat sesuai penyakit
- dosis yang tepat, contoh : Paracetamol - anak : mengikut umur dan dewasa : 500 mg
- bentuk sediaan obat (BSO) yang tepat, contoh : tablet, kaplet, kapsul, syrup
- diberikan pada waktu yang tepat
- diberikan dengan cara yang tepat, contoh : oral, rektal, injeksi
- diberikan pada penderita yang tepat

Tatacara Penulisan Resep

Resep lengkap terdiri dari :

1. Nama, Alamat, Nomor Surat Izin Praktek Dokter (SIP)
2. Tanggal penulisan resep
3. Nama obat / komponen obat
4. Tanda R (bagian kiri setiap penulisan resep)
5. Tanda tangan / paraf
6. Tanda seru (!) dan paraf dokter bagi obat yang melebihi dosis maksimum

Resep di bagikan kepada 4 bagian :

1. Inscriptio
Terdiri dari identitas dokter, tempat, tanggal penulisan resep, dan tanda R/

2. Praescriptio
Merupaakn bagian utama resep, terdiri dari nama obat, BSO dan dosis obat
3. Signatura
Cara pemakaian resep

4. Subscriptio
Tandatangan / paraf


Bahasa Resep

Bahasa yang dipakai dalam resep umumnya merupakan singkatan dari bahasa Latin, karena mempunyai beberapa keuntungan :

1. Bahasa Latin merupakan bahasa statis / mati dan tidak mengalami perkembangan sehingga tidak mungkin terjadi salah tafsir.

2. Bahasa Latin merupakan bahasa dunia dalam ilmu perubatan dan dipahami oleh sesiapapun.

3. Bahasa Latin dapat merahsiakan sesuatu untuk kepentingan penderita.


Berikut merupakan beberapa singkatan bahasa Latin yang diguna pakai dalam bidang kedokteran :

aa (ana) - sama banyak
a.c (ante coenam) - sebelum makan
ad (ad) - sampai
adde (adde) - tambahkanlah
ad.us.int (ad usum internum) - untuk obat dalam
ad.us.ext (ad usum externum) - untuk obat luar
ad.us.prop (ad usum propium) - untuk dipakai sendiri
aq.dest (aqua destilata) - air suling
a.n (ante noctem) - malam sebelum tidur
bdd (bis de die) - 2 kali sehari
C (Cochlear Cibarium) - sendok makan (15 cc/ml)
C.p (Cochlear pultis) - sendok bubur (8 cc/ml)
C (cum) - dengan
collut (collutio) - obat cuci mulut
collyr (collyrium) - obat cuci mata
d.i.d (da in dimidio) - berikan setengahnya
d.t.d (da tales dosis) - berikan seperti dosis di atas
d.c (durante coenam) - selama makan
d.c.f (da cum formula) - berikan dengan fomulanya
et (et) - dan
f (fac; fiat) - buatlah
f.l.a (fac lege artis) - buatlah menurut atura
garg (gargarisma) - obat kumur
gtt (guttae) - tetes
h (hora) - jam
h.m (hora matutina) - pagi hari
h.s (hora somni) - sebelum tidur
inf. (infusum) - rebusan
inj. (injectio) - injeksi
iter. (iteretur) - diulang
i.m.m (in manus medici) - berikan pada dokter
l.a (lege artis ) - menurut aturan
lag. (lagena) - botol
lit.or. (litus oris) - obat tetes mulut
lin. (linimentum) - obat gosok
liq. (liquidum) - cair
m. (misce) - campur
man. (mane) - pagi
m.et.v (mane et vespere) - pagi dan sore
m.d.s (misce da signa) - campur dan beri tanda
m.f (misce fac) - campur dan buat
mixt. (mixtura) - campuran
m.i (mihi ipsi) - untuk saya sendiri
n.i (ne iteretur) - tidak boleh diulang
o.h (omni hora) - tiap 1 jam
o.b.h (omni bihora) - tiap 2 jam
o.d (oculo dextra) - mata kanan
o.s (oculo sinistra) - mata kiri
o.m (omni mane) - tiap pagi
p.c (post coenam) - sesudah makan
p.c.c (pro copie conform) - sesuai dengan aslinya
pot. (potio) - obat minum
p.p (pro poupere) - untuk orang miskin
p.r.n (renata) - bila perlu
pulv. (pulveres) - puyer
pulv. adsp.(pulvis adspersorius) - serbuk tabor
q. (quarta, quinta) - empat; lima
q.s (quantum satis) - secukupnya
rec. par. (recenter paratus) - dibuat yang baru
R/ (recipe) - ambillah
S (signa) - tandailah
s.o.s (si opus sit) - bilamana perlu
solv. (solve) - larutkan
sol. (solutio) - larutan
tinct. (tinctura) - hasil tarikan
t.d.d (ter de die ) - 3 kali sehari
u.c (usus cognitus) - pemakaian diketahui
u.e (usus externus) - untuk pemakaian luar
vesp. (vespere) - sore

Pengertian Obat dan Dosis dalam Resep

Obat dapat dibedakan dalam 4 golongan :

1. Golongan Obat Narkotik ---> harus dengan resep dokter dan tandatangan dokter
Contoh : Morfin, Codein

2. Golongan Obat Keras
Obat Keras Tertentu (OKT), Contoh : Diazepam --->harus dengan resep dokter
Obat Keras, Contoh : Antibiotika ---------------> harus degan resep dokter
Obat Keras Wajib Apotik, Contoh : CTM -----> hanya dapat dibeli di apotik (farmasi)

3. Golongan Obat Bebas Terbatas ---> dijual di toko obat berizin
Contoh : CTM

4. Golongan Obat Bebas -----> dijual di toko obat berizin
Contoh : Vitamin C tablet

Fungsi Obat

1. Remedia Cardinale
- merupakan obat pokok / utama yang dapat penyembuhkan penyebab penyakit
- Contoh : antibiotik untuk menyembuhkan penyakit infeksi, INH untuk TBC, dan klorokuin untuk malaria

2. Remedia Adjuvantia
- merupakan obat tambahan untuk membantu kesembuhan, biasanya obat-obat simtomatik
- contoh :
¥ Antipiretik Paracetamol untuk menghilangkan gejala panas
¥ Antalgin untuk pusing (pening)
¥ Lasix untuk oedem (pembengkakan)

3. Remedia Corrigensa (RC)
- obat yang berfungsi untuk memperbaiki obat yang diberikan. Ada 4 macam :

(i) R.C. Actionis : obat untuk memperbaiki kerja R. Cardinale
Contoh :
¥ Vitamin C untuk memperbaiki kerja Ferro sulfat (mudah teroksidasi menjadi Ferri sulfat yang sukar diabsorbsi)
¥ Natrium bicarbonate untuk membantu kelarutan preparat sulfa.

(iI) R.C. Saporis : obat untuk memperbaiki rasa
Contoh :
¥ Sacharin untuk pemanis pulveres
¥ Syrupus simplek untuk obat minim

(iii) R.C. Odoris : obat untuk menutupi / memperbaiki bau yamg tidak enak
Contoh : Ol. Rosarum, Ol. Lavandulae, Ol. Menthae Piperiteae

(iv) R.C. Coloris : obat yang memberi warna
Contoh :
¥ Carminum untuk memberi warna pulveres
¥ Caramel untuk minuman


4. Remedia Constituen
- bahan obat yang berfungsi sebagai pengisi atau pelarut.
- Contoh :

¥ Sacharum lactis (SL) untuk pulveres
¥ Vaselin untuk salep
¥ Aquadest untuk obat minum
¥ Ol. Cacao untuk suppositoria









Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Fanpage [Sudi-sudikan LIKE]

Click! Click!