Welcome to Blogberry Emry, feel free to leave comment....if you feel uneasy with any post in this blog, simply click the top right button a.k.a close. thank you

Page Views

Follow jer tak kena bayar pon

The Restoration of The Gospel of The Jesus Christ






The Restoration of The Gospel 

of The Jesus Christ




Kisah ini dipetik dari pengalaman seorang pelajar perubatan PhD di University of Adelaide, Australia





11.15 pagi. Khamis 17/10/2013. 


Selepas parkir skuter di tempatnya, saya mula berjalan dari tempat parkir skuter ke arah Uni. Pegang helmet di tangan kiri. Telefon bimbit di bahagian kanan, asyik vibrating sahaja. Ada mesej atau call ke? Saya decide untuk berhenti berjalan untuk melihat phone. 


Berhenti. Tepi jalan Frome Road. Di kawasan tengah antara Medical School North (The Univ of Adelaide) dan bangunan School of Pharmacy and Medical Sciences (Univ of South Australia).

Saya tengok phone. Ada messages drpd sahabat-sahabat. Mula membaca.

"Hi, brother. How are you?" Saya yg sedang menunduk mula mendongakkan kepala. "We're missionaries."

Handsome bergaya. Kemas berkemeja putih bertali leher dan berkot lengkap, dua lelaki ini memperkenalkan diri. Seorang berasal dari Los Angeles dan seorang warga England. Umur 21 dan 24. Jelas di dada kiri ada lencana "Jesus Christ." Soalan pertama saya, "Kenapa 'Jesus Christ'? Kenapa bukan 'I love Jesus Christ' atau seangkatan dengannya yang menunjukkan diri sebagai hamba?" Saya rasa pelik. Entah.

Tujuan merantau ke Adelaide adalah untuk menyebarkan agama Kristian. Good on you. Muda-muda dah ada kesedaran agama.

"Do you believe in God?"
"Yes, definitely. I'm a Muslim. I strongly believe in Islam," saya menjawab. Memang selalu jawab begini sebab saya sangat izzah dengan Islam. Nampak tegas ke? Ok je saya rasa. Saya senyum sokmo.
"So you believe in Jesus?"


"Yes, I do believe in Prophet Isa and he's known as Jesus in Christianity."

Bla bla bla...

"Do you know that we have a prophet nowadays?"


Ini soalan baru. Sangat terbaru. "You mean, today? Today we have a prophet? Prophet from the God?" Saya bertanya mahukan kepastian.


"Yes, today. The messages from God are still being delivered from the above. Our prophet is Thomas S Monson. Do you want to see his photo?"


Saya terkesima. Terkejut besar! Ada rasul lagi? Saya respon, "Oh, that's new for me. Prophet Thomas? Never heard about him. It's OK no photo. I'll google him. In Islam, we strongly believe Prophet Muhammad is the final messenger and nobody else after him." Masa saya sebut ni, muka keduanya macam marah. Mungkin mereka tak senang apabila saya bertegas dengan pendirian saya tentang prophecy. "You're talking about Christianity so that's your religion that you believe in. I'm a strong Islam believer so it's OK for me not to know everything about Christianity. Or what say you?" Saya saja menduga.


"You can like him on Facebook so that you learn more."


"You mean Thomas?"


Saya tengok phone. Ada messages drpd sahabat-sahabat. Mula membaca.


"Hi, brother. How are you?" Saya yg sedang menunduk mula mendongakkan kepala. "We're missionaries."


Handsome bergaya. Kemas berkemeja putih bertali leher dan berkot lengkap, dua lelaki ini memperkenalkan diri. Seorang berasal dari Los Angeles dan seorang warga England. Umur 21 dan 24. 


Jelas di dada kiri ada lencana "Jesus Christ." Soalan pertama saya, "Kenapa 'Jesus Christ'? Kenapa bukan 'I love Jesus Christ' atau seangkatan dengannya yang menunjukkan diri sebagai hamba?" Saya rasa pelik. 


Entah. 


Tujuan merantau ke Adelaide adalah untuk menyebarkan agama Kristian. Good on you. Muda-muda dah ada kesedaran agama.


"Do you believe in God?"


"Yes, definitely. I'm a Muslim. I strongly believe in Islam," saya menjawab. Memang selalu jawab begini sebab saya sangat izzah dengan Islam. Nampak tegas ke? Ok je saya rasa. Saya senyum sokmo.


"So you believe in Jesus?"


"Yes, I do believe in Prophet Isa and he's known as Jesus in Christianity."


Bla bla bla...


"Do you know that we have a prophet nowadays?"

Ini soalan baru. Sangat terbaru. "You mean, today? Today we have a prophet? Prophet from the God?" Saya bertanya mahukan kepastian.

"Yes, today. The messages from God are still being delivered from the above. Our prophet is Thomas S Monson. Do you want to see his photo?"


Saya terkesima. Terkejut besar! Ada rasul lagi? Saya respon, "Oh, that's new for me. Prophet Thomas? Never heard about him. It's OK no photo. I'll google him. In Islam, we strongly believe Prophet Muhammad is the final messenger and nobody else after him." Masa saya sebut ni, muka keduanya macam marah. Mungkin mereka tak senang apabila saya bertegas dengan pendirian saya tentang prophecy. "You're talking about Christianity so that's your religion that you believe in. I'm a strong Islam believer so it's OK for me not to know everything about Christianity. Or what say you?" Saya saja menduga.


"You can like him on Facebook so that you learn more."


"You mean Thomas?"


"Yes, our prophet is on Facebook. Thomas S Monson," semangat dia menjawab. Siap lengkap dengan ejaan dan suruh saya taip nama tu dalam phone lagi. Fuh!


Bla bla bla....


Selepas lebih 15 minit berbual, saya mohon izin. Dah lambat nak ke office. 
"InsyaAllah, hopefully we can arrange a time to meet you someday," lelaki ini menyebut InsyaAllah. 

Saya hanya senyum.


Mungkin dia tak puas hati saya senyum tanpa tunjuk rasa minat, dia menyambung, "In Indonesia, all religions may use the word 'Allah' to represent their God. Islam, Christian, some Buddhas etc... That makes things easy. And the most important part is many Muslims become Christian believers when we refer our God as 'Allah' when we speak to Muslims. Don't you think Christian is the true religion?"

Masa ni saya emotional. Darah naik. "Do you mean Allah is referred to the God only when you speak to Muslims." Tapi saya maintain senyum. Jangan risau, saya tak melenting.

"Yes, apparently Muslims become more interested to Christianity when we use 'Allah' and I know Malaysia has disapproved this. It's very disappointing to stop people especially Muslims to know this truest religion of Christianity by disapproving the use of the word," dia pun penuh emosi. Tak puas hati kot. Si rakannya seorang lagi ini cuba menghentikan rakannya yang sedang bercakap. 

"So the use of the word means you can spread Christianity more easily in Malaysia?"

"Yes, it definitely will be..."


"Oh, no. Don't continue...," secara tiba-tiba si rakannya ini menghentikan kata-kata si rakannya ini.
Membuka pekung di dada ke? Tersalah cakap apa misi utama?
Ini kisah benar. Berlaku kepada saya. 


17/10/2013. 


Di Adelaide ini. Allah swt mengatur ini dalam kehidupan saya.


---

Foto: Mereka bagi buku ni kepada saya utk dibaca. Dalamnya ada kisah Joseph Smith bertemu Tuhan-tuhannya. Saya ada baca beberapa muka. 

Kepada seluruh rakyat Malaysia terutamanya Muslims, sudah-sudahlah bergaduh tentang penggunaan kalimah 'Allah' ini. Mahkamah sudah TIDAK meluluskan. Kita ikut selagimana tidak menjejaskan agama Islam. 


Katakanlah wahai Muhammad, Wahai orang kafir! Aku tidak menyembah apa yg kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yg aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yg kamu sembah. Dan kamu tidak pula pernah menyembah apa yg aku sembah. Untuk kamu agama kamu, dan untuk aku agama aku. (Ayat 1 hingga 6, surah al Kafirun 109)


Kisah saya ini perlu jadi pengajaran. Kalimah 'Allah' diguna bukan untuk menyenangkan orang Islam, definitely bukan.





Pengalaman peribadi emry di Indonesia juga telah menemukan hal yang serupa di mana gerakan kristianisasi memang giat dijalankan oleh gereja secara tersirat. Di mana salah satu cara yang digunakan adalah dengan memberi bantuan kewangan kepada orang Islam yang tidak punya duit. Selain itu ada juga yang memberikan baju bertulis "I love Jesus" kepada orang-orang berada di jalanan.


One Response so far.

  1. Hye, saya suka baca blog awak, baru2 ni saya baru blog harap awk boleh singgah dan follow blog saya. awksweetgitu.blogspot.com :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Fanpage [Sudi-sudikan LIKE]

Click! Click!